Senin, 02 Januari 2012

MAHASISWA : MAsalah , HAsil, dan Solusi IStimeWA

Belajar di Perguruan Tinggi atau Kuliah memang pasti berbeda dengan SMA. Kuliah tidak menggunakan waktu yang banyak dibanding dengan SMA, mahasiswa hanya mengikutinya hanya pada hari dan jam-jam tertentu saja. Pada hakikatnya, kondisi tersebut merupakan suatu hal yang menguntungkan. Dengan begitu, mahasiswa dapat memanfaatkan waktu dengan berbagai macam kegiatan baik untuk belajar akademik ataupun ilmu bermanfaat lain, ngembangin bakat, cari relasi dan sebagainya. Namun pada kenyataannya, masih banyak terdapat problematika yang mendera mahasiswa.

MAsalah

Dalam buku saku Konseling Sebaya (The Spirit of Goodness)Sahabat Kampus UPBK Unimed , terdapat berbagai keluhan mahasiswa antara lain ; Uang Bulanan terbatas, pembayaran kos terlambat, tempat tinggal jauh dari kampus, tidak mampu mencapai IP minimal, tugas kuliah terlalu berat, sulit membagi waktu untuk belajar dan bekerja, kurang keterampilan dalam belajar, tidak berkonsentrasi dalam belajar, peralatan tidak lengkap, lingkungan kos tidak sehat, suasana belajar tidak nyaman, jam kuliah tidak menentu, tidak ada kebersamaan dengan teman, dosen tidak peduli dengan mahasiswa , dosen tidak adil, penghargaan atas prestasi tidak jelas, karir tak jelas, tidak percaya diri, putus pacar, sibuk berorganisasi kuliah terbengkalai, masalah keluarga membebani dan keluhan yang lain.

Sedangkan menurut Dedi Hafid, setidaknya masalah yang dialami mahasiswa terbagi dalam beberapa point yakni

  1. Masalah yang berkaitan dengan penyesuaian diri
  2. Masalah yang berhubungan dengan hubungan sosial
  3. Masalah yang berhubungan dengan keadaan jasmaniah
  4. Masalah yang berkaitan dengan keadaan kejiwaan misal kematangan dan kestabilan emosi
  5. Masalah yang berkaitan dengan kegiatan belajar misal ketidaksesuaian antara bidang studi yang diambil dengan bakat skolastik yang dimiliki, ketidaksesuaian antara aspirasi dan kemampuan, perbedaan pendapat antara mahasiswa dengan orang tua
  6. Masalah Ekonomi

Adapun Dr. Dede Rahmat Hidayat,M.Psi. menyebutkan bahwa sumber masalah dari mahasiswa dapat dibagi menjadi dua sumber yaitu dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal).

Adapun masalah yang bersumber dari dalam berupa kondisi diri, kecerdasan, bakat, minat, fisik, nilai, kreativitas, pribadi, keterampilan belajar, dan sebagainya. Sedangkan yang bersumber dari luar adalah : kondisi fisik dan sosio-emosional di lingkungan keluarga dan sekolah/ kampus, hubungan dengan teman/ dosen/ keluarga, status sekolah atau perguruan tinggi, ketidakjelasan orientasi kerja, dan sarana belajar.

Dari kedua sumber tersebut, masalah itu dapat berbentuk dalam beberapa point :

  1. Karier dan Pekerjaan : belum memahami potensi diri, kurang memahami bidang kerja yang akan dimasuki, ingin mendapat pelatihan pendukung kesiapan kerja, khawatir tidak mendapat pekerjaan atau dapat bekerja dengan baik, ataupun belum merencanakan masa depan
  2. Ekonomi dan Keuangan : khawatir dengan kondisi keuangan keluarga, khawatir putus kuliah, uang saku yang tidak cukup, uang untuk membeli perlengkapan tidak cukup, ataupun ingin mendapat beasiswa
  3. Diri Pribadi : daya juang yang rendah, kurang serius, ceroboh,kurang pede dan pemalu, kurang terbuka pada orang lain, ataupun takut tidak diterima dalam kelompok
  4. Pendidikan dan pelajaran : kurang memahami istilah asing, sukar menyelesaikan masalah, kurang memahami penjelasan dosen, sukar belajar kelompok, takut bicara di kelas, kurang mampu memahami buku dan membaca cepat, kurang konsentrasi, khawatir mendapat nilai rendah, cara mengajar dosen membosankan, ataupun meragukan manfaat masuk PT
  5. Keluarga : konflik ortu-anak, komunikasi kurang harmonis, dijodohkan ortu, dendam terhadap ortu, ataupun orang tua meninggal dunia.

Itulah setidaknya masalah-masalah yang kerap hadir dalam kehidupan ke-mahasiswa-an. Mengetahui masalah yang sering dialami merupakan hal yang urgen bagi mahasiswa. Karena sesungguhnya itulah langkah pertama untuk menanggulanginya. Bak dokter yang harus memiliki pengetahuan tentang apa sakitnya hingga akhirnya dapat diberi obat untuk mengobatinya.

HAsil masalah

Masalah sudah selayaknya harus diselesaikan. Pengabaian ataupun ketidakberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah akan menghasilkan hal yang negatif ataupu masalah yang lain pula. Setidaknya ada beberapa hal yang merupakan hasil jika mahasiswa tidak mampu menyelesaikan masalahnya

  1. Pikiran terganggu, tidak fokus pada pelajaran, melamun, memikirkan hal-hal lain yang tidak ada hubungan dengan perkuliahan, berpikir untuk keluar dari kampus dan mencari pekerjaan, berpikir orang lain lebih enak, berpikir bahwa hadir atau tidak hadir ke kampus tidak ada bedanya.
  2. Perasaan tidak nyaman setiap membayangkan kampus, merasa khawatir, tidak mendapat hak yang sama dengan orang lain, gelisah, sedih , kecewa, marah, curiga pada orang lain, apatis terhadap keadaan kampus.
  3. Sikap negatif terhadap teman kuliah, dosen, teman kost, lingkungan kampus, segala sesuatu dianggap tidak sesuai dengan yang diharapkan.
  4. Tugas-tugas tidak terselesaikan tepat waktu, tidak sesuai dengan yang seharusnya, terlambat, bolos, menggosip, pura-pura sibuk di komputer padahal bermain game atau yang lain, mengerjakan pekerjaan lain yang tidak berhubungan dengan tugasnya di kampus, memprovokasi orang lain untuk menentang menuntut perbaikan, menceritakan hal-hal yang membuat orang lain merasa marah, menggalang demonstrasi anarkis, menghasut orang, berbicara kasar pada teman/pimpinan, ataupun mengadu domba.

Solusi IStimeWA

Sebenarnya masalah itu pasti akan ditemui dalam setiap sesi kehidupan. Hampir bisa dipastikan atau bahkan dapat dipastikan masalah setiap orang pasti ada. Orang hebat ialah ketika masalahnya tersebut dapat diminimalisir ataupun diatasi. Begitu juga, masalah yang melanda mahasiswa. Masalah-masalah seperti itu dapat dihindari ataupun diselesaikan.

Dalam buku saku Sahabat Kampus tertulis sesungguhnya problema dan akibatnya dapat dihindari jika mahasiswa :

  1. Memiliki kemampuan yang baik dalam memahami diri dan mengembangkan kepribadiannya/karakternya
  2. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara mengenal dan memahami orang lain
  3. Memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran, perasaan dan tindakan
  4. Memilki skill yang baik dalam berkomunikasi
  5. Memiliki kemampuan dalam mengatasi masalah
  6. Memiliki kemampuan empati dan kesediaan untuk membantu orang lain dalam mengatasi persoalan
  7. Memilki motivasi yang tepat dalam menjalankan tugas-tugasnya
  8. Memilki kemauan untuk memperbaiki diri secara terus menerus
  9. Memiliki kemampuan membina hubungan dan bekerjasama
  10. Memiliki kemampuan mengatasi keluhan orang lain
  11. Memiliki kemampuan membina kebersamaan
  12. Memiliki kemampuan mengatasi persoalan kehidupan
  13. Memiliki kemampuan memimpin
  14. Memiliki kemampuan membangun networking

Secara implisit, memang terlihat bahwa sebenarnya solusi utama bagi segala permasalahan yang ada ialah kembali ke diri sendiri (internal) dan lingkungan (eksternal). Ketika internal dan eksternal diri baik maka insya Allah masalah dapat dicegah, diminimalisir bahkan diatasi.


Solusi istimewa (dari penulis) yang ditawarkan bagi tiap orang yang bermasalah ialah istiqomah dalam deketin diri kepada Allah dan mencari Wadah dengan bergabung ke jamaah atau teman-teman yang baik.


Pertama, adapun pengertian istiqomah dalam deketin diri lagi kepada Allah mencakup segala hal yang dapat dimulai dari memahami Islam sebagai jalan hidup secara komprehensif. Hendaknya dalam memahami Islam tidak secara sekuler. Islam itu bukan hanya ibadah ritual saja. Islam ialah jalan hidup. Sesungguhnya Islam lah yang mengajarkan bahwa manusia harus memahami karakter diri dan orang lain. Islam jugalah yang menekankan berempati (laa yukminu ahadukum hatta yuhibbu li akhi maa yuhibbu li nafsi). Islam lah yang memotivasi dengan motivasi yang benar (innamal a’malu bin niat). (Bahwa niat kita untuk kuliah/ belajar harus dijaga, jangan meleceng niat jadi untuk mencari pacar dsb.) Islam mengajarkan bahwa jalan ilmu adalah jalan ke surga. Dan banyak lagi ajaran-ajaran Islam yang apabila dipahami dengan benar niscaya hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Intinya, ketika manusia dekat dengan Allah, masalah akan menjauh dari dirinya. Wa man yattaqillah yaj ‘alahu makhroja wa yar zuqhu min haitsu la yah tasib…..

Setelah itu istiqomah-lah. Artinya, terus meneruslah dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.


Kedua,mencari wadah dengan bergabung dengan jamaah atau teman-teman yang baik. Ada suatu ungkapan yang bermakna yaitu Your Friend is your faith. Intinya, lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan diri. Oleh karena itu solusi Istimewa yang kedua ialah mencari wadah yang pas buat mengembangkan diri. Hendaknya mahasiswa menyadari bahwa dirinya ialah calon pimpinan bangsa. Karenanya, segala potensi yang ada dalam diri harus dikembangkan. Salah satu jalannya ialah mengikuti organisasi di kampus. Namun dengan catatan ,UKM atau ormawa yang tetap memprioritaskan kuliah juga baik (tidak berefek buruk pada diri). Banyak sekali manfaat (yang tak dapat dituliskan) dengan berorganisasi ria.

Contoh kasus

Di UKMI Ar-Rahman Unimed ataupun ICL misalnya, mahasiswa mahasiwi dibina untuk dapat mengembangkan potensi diri atau karakter serta lebih mendekatkan diri kepada Rabb semesta alam. Selain itu, terdapat ‘ukhuwah’ yakni interaksi penuh cinta antarmahasiswa di dalamnya. Di UKMI ataupun ICL tiap minggunya ada mentoring atau halaqoh. Ada beberapa manfaat dari mentoring antara lain : 1) punya banyak teman, tentunya teman sepergaulan yang bersih, lurus dan mau memperbaiki diri, 2)bisa jadi tempat curhat, 3)membentuk kepribadian atau karakter yang utuh, 4) hidup makin terarah, 5)mendapat wawasan Islam, 6)mendapatkan pahala. Misalnya dalam mentoring biasanya terdapat sesi khobar/ curhat. Nah, di sini banyak manfaat yang dapat diperoleh.

Contohnya, Mahasiswa dapat menyadari bahwa masalah yang dihadapinya ternyata lebih ringan disbanding temannya. Selain itu, dengan adanya curhat-curhatan dapat melatih diri sebagai konselor masalah teman. Terkadang dalam mentoring, kakak pementor mengadakan giliran bagi adik-adiknya untuk membawa materi atau menjadi pemimpin mentoring ataupun tugas-tugas lain. Meskipun sederhana, hal ini sesungguhnya merupakan ajang pelatihan leadership dan pembangunan karakter terhebat. Bagaimana mahasiswa dapat mengatur waktu, mengasah kemampuan bersosial dan memenej. Dan banyak lagi manfaat mentoring lain seperti MLM pahala, bantu membantu dalam pembayaran SPP jika kurang mampu bisa ngerjai tugas bareng dsb.

Ber-UKMI atapun berorganisasi ria secara umum dapat melatih leadership,memperluas jaringan, bersosialisasi, dan yang pasti dalam rangka memperbaiki diri dan orang lain. Dan Allah Menyukai orang yang berbuat baik dan memperbaiki diri

Ingatlah akan Firman Allah tentang Istiqomah penghilang masalah…

Quran surah Fushshilat ayat 30

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."

Juga Karena hanya Allah yang menghilangkan kesedihan dalam diri , lihat surah Fathir ayat 34

"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.

Juga pentingnya ukhuwah Islamiyah, dan arti “Ukhuwah” yang lebih dari sekedar materi.. (QS 49 :10) (QS 8 : 74) (QS 3 :103) (QS 5 :2) (QS 9 :71) (QS 8 :63)

Penutup

Itulah paling tidak masalah mahasiswa, hasil dari masalah serta solusi Istimewa yang dapat penulis berikan. Intinya ialah hablumminallah dan hablumminannas yang baik dapat membahagiakan hidup.

Wallahu 'alam

Semoga Sukses dan Semakin Ceria !!

Hidup Mahasiswa

Semoga bermanfaat

Maaf atas salah dan silaf

Yuk Gabung UKMI atau ICL ….!!!

We are waiting for you…. !!!

Kitabatu at-Tilmidz

Ishlah al-Medaniy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar