Tampilkan postingan dengan label Ke-UKMI-an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ke-UKMI-an. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2012

Sedikit Buat DAUN III

Saya merupakan peserta DAUN III, proses Kaderisasi tertinggi di UKMI Unimed, tahun lalu,

ini ada sedikit bahan bacaan buat peserta DAUN III
meskipun tidak lengkap sesuai permintaan panitia,
smoga bermanfaat yah..

dapat didonlot di. sini

Rabu, 22 Februari 2012

SeCuil hal tentang Syuro UKMI (1)

Syuro UKMI ialah salah satu pembeda UKMI dengan UKM lain. Syuro UKMI adalah musyawarah yang benar-benar diupayakan penjagaan nilai-nilai Islami. Berikut ialah urutan-urutan yang biasanya menjadi standar (setidaknya yang saya tahu dan ingat saat menulis ini) dalam sebuah syuro UKMI selama saya menjadi pengurus UKMI

  • Sebelum musyawarah hendaknya mengetahui maksud dan tujuan syuro tersebut (walaupun secara global). Karena suatu buku tentu memiliki tema.

  • Mempersiapkan tempat syuro yang tenang dan kondusif. Ada hijab, sehingga ada batas antara peserta syuro ikhwan dan akhwat sehingga tidak dapat melihat pihak satu (ikhwan) dan pihak lain (akhwat)

  • Memastikan jumlah peserta syuro minimal. Adapun syuro minimal sekali dihadiri oleh satu ikhwan dan dua orang akhwat. Syuro tidak dapat digelar bila satu ikhwan dengan satu akhwat ataupun satu akhwat dua ikhwan. Inilah nilai-nilai Islam yang harus ditanam. Bahwasanya khalwat dapat mendatangkan maksiat. Ingat, yang diperintah tak hanya melakukan maksiat tapi perintah menjauhi.

  • Pemimpin syuro bertanya kepada peserta memastikan apakah syuro dapat dimulai

  • Pemimpin syuro memulai syuro dengan salam kemudian mengingatkan peserta untuk senantiasa bersyukur kepada Allah serta bersholawat kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam serta beberapa kalimat yang dapat meningkatkan semangat dan fokus peserta.

  • Mengajak peserta memulai syuro secara formal dengan lafaz Basmallah

  • Pembacaan quran (Tilawah Quran) oleh salah satu peserta syuro. Terkadang boleh diikuti dengan artinya ataupun tadabbur mengenai ayat tersebut

  • Pemimpin syuro bertanya kepada seluruh peserta syuro apakah ada yang ingin memberikan taujih atau tausiah singkat demi meningkatkan kekuatan ruhiyah karena ‘pejuang-pejuang’ Islam digerakkan karena kekuatan ruhiyah yang membuncah dalam jiwa. Sehingga Taujih diharapkan sangat ada.

  • Setelah Taujih selesai dan diingatkan kembali point-pointnya, Pemimpin Syuro bertanya kepada seluruh peserta untuk mengusulkan agenda syuro yang akan dibahas hari ini. Perbedaan syuro dengan ‘rapat’ lain ialah di sisi adanya “Kesepakatan” di antara seluruh peserta syuro. Bila ada yang kurang sepakat maka akan diadakan proses saling memahami antar perbedaan pendapat itu dengan mengajukan penguatan, serta pandangan yang pada akhirnya diharapkan seluruh peserta sepandangan atau satu keputusan.

  • Setelah usulan-usulan agenda muncul dan disepakati bersama. Maka dimulailah berdasarkan urutan yang telah disepakati. Adapun contoh agenda-agenda syuro : Konsolidasi, pembahasan inti dan terakhir HYB (Hal yang Berkembang)…..

  • Laksanakan Syuro sesuai yang disepakati dan senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman

  • Syuro mengakhiri syuro ada baiknya mengulang kembali poin-poin penting dan hasil-hasil kesepakatan dalam syuro

  • Akhiri syuro dengan syukur kepada-Nya dan membaca doa kifaratul majelis "Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik"

Bersambung…………..

catatan :Bila ada yang terlewat atau kurang boleh ditambahi ya bagi yg juga sudah 'berpengalaman'

Islah, Seorang Manusia

Senin, 02 Januari 2012

MAHASISWA : MAsalah , HAsil, dan Solusi IStimeWA

Belajar di Perguruan Tinggi atau Kuliah memang pasti berbeda dengan SMA. Kuliah tidak menggunakan waktu yang banyak dibanding dengan SMA, mahasiswa hanya mengikutinya hanya pada hari dan jam-jam tertentu saja. Pada hakikatnya, kondisi tersebut merupakan suatu hal yang menguntungkan. Dengan begitu, mahasiswa dapat memanfaatkan waktu dengan berbagai macam kegiatan baik untuk belajar akademik ataupun ilmu bermanfaat lain, ngembangin bakat, cari relasi dan sebagainya. Namun pada kenyataannya, masih banyak terdapat problematika yang mendera mahasiswa.

MAsalah

Dalam buku saku Konseling Sebaya (The Spirit of Goodness)Sahabat Kampus UPBK Unimed , terdapat berbagai keluhan mahasiswa antara lain ; Uang Bulanan terbatas, pembayaran kos terlambat, tempat tinggal jauh dari kampus, tidak mampu mencapai IP minimal, tugas kuliah terlalu berat, sulit membagi waktu untuk belajar dan bekerja, kurang keterampilan dalam belajar, tidak berkonsentrasi dalam belajar, peralatan tidak lengkap, lingkungan kos tidak sehat, suasana belajar tidak nyaman, jam kuliah tidak menentu, tidak ada kebersamaan dengan teman, dosen tidak peduli dengan mahasiswa , dosen tidak adil, penghargaan atas prestasi tidak jelas, karir tak jelas, tidak percaya diri, putus pacar, sibuk berorganisasi kuliah terbengkalai, masalah keluarga membebani dan keluhan yang lain.

Sedangkan menurut Dedi Hafid, setidaknya masalah yang dialami mahasiswa terbagi dalam beberapa point yakni

  1. Masalah yang berkaitan dengan penyesuaian diri
  2. Masalah yang berhubungan dengan hubungan sosial
  3. Masalah yang berhubungan dengan keadaan jasmaniah
  4. Masalah yang berkaitan dengan keadaan kejiwaan misal kematangan dan kestabilan emosi
  5. Masalah yang berkaitan dengan kegiatan belajar misal ketidaksesuaian antara bidang studi yang diambil dengan bakat skolastik yang dimiliki, ketidaksesuaian antara aspirasi dan kemampuan, perbedaan pendapat antara mahasiswa dengan orang tua
  6. Masalah Ekonomi

Adapun Dr. Dede Rahmat Hidayat,M.Psi. menyebutkan bahwa sumber masalah dari mahasiswa dapat dibagi menjadi dua sumber yaitu dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal).

Adapun masalah yang bersumber dari dalam berupa kondisi diri, kecerdasan, bakat, minat, fisik, nilai, kreativitas, pribadi, keterampilan belajar, dan sebagainya. Sedangkan yang bersumber dari luar adalah : kondisi fisik dan sosio-emosional di lingkungan keluarga dan sekolah/ kampus, hubungan dengan teman/ dosen/ keluarga, status sekolah atau perguruan tinggi, ketidakjelasan orientasi kerja, dan sarana belajar.

Dari kedua sumber tersebut, masalah itu dapat berbentuk dalam beberapa point :

  1. Karier dan Pekerjaan : belum memahami potensi diri, kurang memahami bidang kerja yang akan dimasuki, ingin mendapat pelatihan pendukung kesiapan kerja, khawatir tidak mendapat pekerjaan atau dapat bekerja dengan baik, ataupun belum merencanakan masa depan
  2. Ekonomi dan Keuangan : khawatir dengan kondisi keuangan keluarga, khawatir putus kuliah, uang saku yang tidak cukup, uang untuk membeli perlengkapan tidak cukup, ataupun ingin mendapat beasiswa
  3. Diri Pribadi : daya juang yang rendah, kurang serius, ceroboh,kurang pede dan pemalu, kurang terbuka pada orang lain, ataupun takut tidak diterima dalam kelompok
  4. Pendidikan dan pelajaran : kurang memahami istilah asing, sukar menyelesaikan masalah, kurang memahami penjelasan dosen, sukar belajar kelompok, takut bicara di kelas, kurang mampu memahami buku dan membaca cepat, kurang konsentrasi, khawatir mendapat nilai rendah, cara mengajar dosen membosankan, ataupun meragukan manfaat masuk PT
  5. Keluarga : konflik ortu-anak, komunikasi kurang harmonis, dijodohkan ortu, dendam terhadap ortu, ataupun orang tua meninggal dunia.

Itulah setidaknya masalah-masalah yang kerap hadir dalam kehidupan ke-mahasiswa-an. Mengetahui masalah yang sering dialami merupakan hal yang urgen bagi mahasiswa. Karena sesungguhnya itulah langkah pertama untuk menanggulanginya. Bak dokter yang harus memiliki pengetahuan tentang apa sakitnya hingga akhirnya dapat diberi obat untuk mengobatinya.

HAsil masalah

Masalah sudah selayaknya harus diselesaikan. Pengabaian ataupun ketidakberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah akan menghasilkan hal yang negatif ataupu masalah yang lain pula. Setidaknya ada beberapa hal yang merupakan hasil jika mahasiswa tidak mampu menyelesaikan masalahnya

  1. Pikiran terganggu, tidak fokus pada pelajaran, melamun, memikirkan hal-hal lain yang tidak ada hubungan dengan perkuliahan, berpikir untuk keluar dari kampus dan mencari pekerjaan, berpikir orang lain lebih enak, berpikir bahwa hadir atau tidak hadir ke kampus tidak ada bedanya.
  2. Perasaan tidak nyaman setiap membayangkan kampus, merasa khawatir, tidak mendapat hak yang sama dengan orang lain, gelisah, sedih , kecewa, marah, curiga pada orang lain, apatis terhadap keadaan kampus.
  3. Sikap negatif terhadap teman kuliah, dosen, teman kost, lingkungan kampus, segala sesuatu dianggap tidak sesuai dengan yang diharapkan.
  4. Tugas-tugas tidak terselesaikan tepat waktu, tidak sesuai dengan yang seharusnya, terlambat, bolos, menggosip, pura-pura sibuk di komputer padahal bermain game atau yang lain, mengerjakan pekerjaan lain yang tidak berhubungan dengan tugasnya di kampus, memprovokasi orang lain untuk menentang menuntut perbaikan, menceritakan hal-hal yang membuat orang lain merasa marah, menggalang demonstrasi anarkis, menghasut orang, berbicara kasar pada teman/pimpinan, ataupun mengadu domba.

Solusi IStimeWA

Sebenarnya masalah itu pasti akan ditemui dalam setiap sesi kehidupan. Hampir bisa dipastikan atau bahkan dapat dipastikan masalah setiap orang pasti ada. Orang hebat ialah ketika masalahnya tersebut dapat diminimalisir ataupun diatasi. Begitu juga, masalah yang melanda mahasiswa. Masalah-masalah seperti itu dapat dihindari ataupun diselesaikan.

Dalam buku saku Sahabat Kampus tertulis sesungguhnya problema dan akibatnya dapat dihindari jika mahasiswa :

  1. Memiliki kemampuan yang baik dalam memahami diri dan mengembangkan kepribadiannya/karakternya
  2. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara mengenal dan memahami orang lain
  3. Memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran, perasaan dan tindakan
  4. Memilki skill yang baik dalam berkomunikasi
  5. Memiliki kemampuan dalam mengatasi masalah
  6. Memiliki kemampuan empati dan kesediaan untuk membantu orang lain dalam mengatasi persoalan
  7. Memilki motivasi yang tepat dalam menjalankan tugas-tugasnya
  8. Memilki kemauan untuk memperbaiki diri secara terus menerus
  9. Memiliki kemampuan membina hubungan dan bekerjasama
  10. Memiliki kemampuan mengatasi keluhan orang lain
  11. Memiliki kemampuan membina kebersamaan
  12. Memiliki kemampuan mengatasi persoalan kehidupan
  13. Memiliki kemampuan memimpin
  14. Memiliki kemampuan membangun networking

Secara implisit, memang terlihat bahwa sebenarnya solusi utama bagi segala permasalahan yang ada ialah kembali ke diri sendiri (internal) dan lingkungan (eksternal). Ketika internal dan eksternal diri baik maka insya Allah masalah dapat dicegah, diminimalisir bahkan diatasi.


Solusi istimewa (dari penulis) yang ditawarkan bagi tiap orang yang bermasalah ialah istiqomah dalam deketin diri kepada Allah dan mencari Wadah dengan bergabung ke jamaah atau teman-teman yang baik.


Pertama, adapun pengertian istiqomah dalam deketin diri lagi kepada Allah mencakup segala hal yang dapat dimulai dari memahami Islam sebagai jalan hidup secara komprehensif. Hendaknya dalam memahami Islam tidak secara sekuler. Islam itu bukan hanya ibadah ritual saja. Islam ialah jalan hidup. Sesungguhnya Islam lah yang mengajarkan bahwa manusia harus memahami karakter diri dan orang lain. Islam jugalah yang menekankan berempati (laa yukminu ahadukum hatta yuhibbu li akhi maa yuhibbu li nafsi). Islam lah yang memotivasi dengan motivasi yang benar (innamal a’malu bin niat). (Bahwa niat kita untuk kuliah/ belajar harus dijaga, jangan meleceng niat jadi untuk mencari pacar dsb.) Islam mengajarkan bahwa jalan ilmu adalah jalan ke surga. Dan banyak lagi ajaran-ajaran Islam yang apabila dipahami dengan benar niscaya hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Intinya, ketika manusia dekat dengan Allah, masalah akan menjauh dari dirinya. Wa man yattaqillah yaj ‘alahu makhroja wa yar zuqhu min haitsu la yah tasib…..

Setelah itu istiqomah-lah. Artinya, terus meneruslah dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.


Kedua,mencari wadah dengan bergabung dengan jamaah atau teman-teman yang baik. Ada suatu ungkapan yang bermakna yaitu Your Friend is your faith. Intinya, lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan diri. Oleh karena itu solusi Istimewa yang kedua ialah mencari wadah yang pas buat mengembangkan diri. Hendaknya mahasiswa menyadari bahwa dirinya ialah calon pimpinan bangsa. Karenanya, segala potensi yang ada dalam diri harus dikembangkan. Salah satu jalannya ialah mengikuti organisasi di kampus. Namun dengan catatan ,UKM atau ormawa yang tetap memprioritaskan kuliah juga baik (tidak berefek buruk pada diri). Banyak sekali manfaat (yang tak dapat dituliskan) dengan berorganisasi ria.

Contoh kasus

Di UKMI Ar-Rahman Unimed ataupun ICL misalnya, mahasiswa mahasiwi dibina untuk dapat mengembangkan potensi diri atau karakter serta lebih mendekatkan diri kepada Rabb semesta alam. Selain itu, terdapat ‘ukhuwah’ yakni interaksi penuh cinta antarmahasiswa di dalamnya. Di UKMI ataupun ICL tiap minggunya ada mentoring atau halaqoh. Ada beberapa manfaat dari mentoring antara lain : 1) punya banyak teman, tentunya teman sepergaulan yang bersih, lurus dan mau memperbaiki diri, 2)bisa jadi tempat curhat, 3)membentuk kepribadian atau karakter yang utuh, 4) hidup makin terarah, 5)mendapat wawasan Islam, 6)mendapatkan pahala. Misalnya dalam mentoring biasanya terdapat sesi khobar/ curhat. Nah, di sini banyak manfaat yang dapat diperoleh.

Contohnya, Mahasiswa dapat menyadari bahwa masalah yang dihadapinya ternyata lebih ringan disbanding temannya. Selain itu, dengan adanya curhat-curhatan dapat melatih diri sebagai konselor masalah teman. Terkadang dalam mentoring, kakak pementor mengadakan giliran bagi adik-adiknya untuk membawa materi atau menjadi pemimpin mentoring ataupun tugas-tugas lain. Meskipun sederhana, hal ini sesungguhnya merupakan ajang pelatihan leadership dan pembangunan karakter terhebat. Bagaimana mahasiswa dapat mengatur waktu, mengasah kemampuan bersosial dan memenej. Dan banyak lagi manfaat mentoring lain seperti MLM pahala, bantu membantu dalam pembayaran SPP jika kurang mampu bisa ngerjai tugas bareng dsb.

Ber-UKMI atapun berorganisasi ria secara umum dapat melatih leadership,memperluas jaringan, bersosialisasi, dan yang pasti dalam rangka memperbaiki diri dan orang lain. Dan Allah Menyukai orang yang berbuat baik dan memperbaiki diri

Ingatlah akan Firman Allah tentang Istiqomah penghilang masalah…

Quran surah Fushshilat ayat 30

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."

Juga Karena hanya Allah yang menghilangkan kesedihan dalam diri , lihat surah Fathir ayat 34

"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.

Juga pentingnya ukhuwah Islamiyah, dan arti “Ukhuwah” yang lebih dari sekedar materi.. (QS 49 :10) (QS 8 : 74) (QS 3 :103) (QS 5 :2) (QS 9 :71) (QS 8 :63)

Penutup

Itulah paling tidak masalah mahasiswa, hasil dari masalah serta solusi Istimewa yang dapat penulis berikan. Intinya ialah hablumminallah dan hablumminannas yang baik dapat membahagiakan hidup.

Wallahu 'alam

Semoga Sukses dan Semakin Ceria !!

Hidup Mahasiswa

Semoga bermanfaat

Maaf atas salah dan silaf

Yuk Gabung UKMI atau ICL ….!!!

We are waiting for you…. !!!

Kitabatu at-Tilmidz

Ishlah al-Medaniy

Selasa, 20 September 2011

Visi, Misi, dan Jargon KetumBar

Setiap yang ada di dunia tidak ada yang identik bahkan anak kembar sekalipun. Itulah salah satu kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala yang Membuat segala macam perbedaan agar tampak indah dan saling melengkapi dalam mewujudkan persatuan tujuan yaitu dalam rangka beribadah kepada-Nya.

Begitupun mengenai organisasi, setiap kepengurusan tentunya memiliki cirri tersendiri yang membedakan dengan kepengurusan lain. Hal ini sedikit banyak tentunya berpijak dengan visi dan misi yang ditetapkan. Visi adalah gambaran terakhir yang diharapkan sedangkan misi adalah langkah-langkah dalam mewujudkannya Selama visi dan misi tersebut untuk KEBAIKAN dan dapat DIPERBAIKI dan MEMPERBAIKI tentunya hal ini sah-sah saja.

Begitu juga dengan UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa Islam) Ar-Rahman Universitas Negeri Medan. Kepengurusan tahun 2011-2012 tentunya sedikit banyak berbeda dengan kepengurusan periode-periode sebelumnya (namun senantiasa sama dalam hal kebaikan).

Setiap pemimpin tentunya memilki visi dan misi yang dibawanya. Begitu juga sosok Ketumbar (Ketua Umum Baru) UKMI Ar-Rahman 2011-2012, Ikbal Abdillah Hasibuan. Pria Kelahiran 26 April 1992 ini, tentunya memilki impian indah bersama UKMI. Adapun impiannya bersama UKMI Ar-Rahman terbungkus dalam visi, misi, jargon dan capaian-capaian yang ingin dicapai.

Visi Dan Misi Ketua Umum UKMI

Adapun visi Ketua Umum UKMI 2011-2012 terangkum dalam kalimat

“Terbentuknya tim yang solid secara internal dan bersahabat secara eksternal”

Untuk mencapai visi tersebut , misi-misi yang ingin diraih adalah

  1. Menumbuhkan rasa ukhuwah islamiyah dan rasa bahwa UKMI ARRAHMAN UNIMED sebagai wadah 3B (Bernaung,Berlindung dan Berkarya).
  2. Membangun komunikasi yang baik dengan birokrat kampus baik di jajaran Universitas Maupun Fakultas.
  3. Mengefektifkan Pembinaan, Akprof, Syiar yang mengakar, tanggung jawab pelayanan yang di dukung oleh kekuatan dana dan jaringan

Tahun ini, jargon yang di’gebyar’kan oleh mahasiswa yang kuliah di jurusan Akuntansi Nondik stambuk 2009 adalah “Dekat dan Bersahabat”.

Adapun makna dari jargon “Dekat dan Bersahabat” ialah Sebuah cita-cita besar membangun karakter UKMI sebagai Rumah Hangat bagi seluruh element dakwah dapat bernaung, berlindung, dan berkarya dalam kehangantan ukhuwah islamiyah.Ya, menjadikan UKMI sebagai Rumah Hangat bagi seluruh element dakwah (baik da’I maupun mad’u) di Unimed. Dengan kata lain menjadikan UKMI sebagai wadah UK(h)MI yaitu wadah Ukhuwah Mahasiswa dan Civitas Islam Universitas Negeri Medan.

Adapun ‘Dekat’ diangkat mengingat ayat Allah subhanahu wa ta’ala dalam surah ash-Shaff yang sudah sering terngiang di telinga aktivis dakwah kampus. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan-bangunan yang kokoh”. Rasa Kedekatan antar internal pengurus UKMI inilah yang diharapkan terjalin di dalam ‘medan’ dakwah Unimed ini.

Sedangkan rasa Bersahabat khususnya di kalangan eksternal UKMI coba dibangun dengan Birokrat baik di jajaran Universitas, Fakultas maupun Jurusan. Serta membangun kesan bersahabat dengan organisasi internal maupun eksternal kampus.

UKMI diharapkan juga menjadi sebagai wadah Mahasiswa Muslim khususnya untuk 3 B yakni Bernaung, Berlindung dan Berkarya.

UKMI sebagai tempat mahasiswa untuk bernaung dapat tercapai dengan indikasi yakni terbangunnya citra bersahabat sebagai kepemilikan UKMI dan juga dengan dijadikannya UKMI sebagai pusat pembentukan karakter mahasiswa muslim unimed.

Sedangkan sebagai tempat berlindung, Capaian-capaiannya yakni UKMI menjadi pusat pelayanan baik akademik maupun social kemasyarakatan.

Sedangkan sebagai tempat berkarya dapat dilihat dengan terbinanya 1000 mahasiswa muslim Unimed serta terbentuknya kelompok studi maupun seni melalui UKMI Ar-Rahman.

Semoga !!!!

Ke-UKMI-an

Kitabatu at-Tilmidz

Ishlah al-Medaniy

Senin, 29 Agustus 2011

ICL is Caring and Sharing

Mengetahui Kinerja UKMI selama ini, maka yang perlu dilakukan ke depan adalah peningkatan keterjangkuan dan kualitas dari UKMI terhadap mahasiswa khususnya Mahasiswa Muslim.

UKMI harusnya dapat menjadi mitra mahasiswa dalam menjalani perkuliahan di Unimed.

Seperti mengembangkan kemampuan mahasiswa , menumbuhkembangkan kecendikiawan mahasiswa. Sebagaimana diketahui ada 3 ‘bidang’ dari Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian, Pengabdian.

UKMI bisa bergerak di 2 bidang pertama sedang di bidang terakhir mungkin tidak begitu harus. Namun, UKMI bisa melakukan hal-hal seperti bagaimana menumbuhkan minat wirausaha di mahasiswa, bagaimana kawan-kawan mahasiswa tidak bermasalah di akademik dan bagaimana membangun karakter mahasiswa.

Karakter….

Esensi dari Karakter adalah sering disebut dalam bahasa agamanya Akhlakul Karimah.

Sedang nafas dari pembangunan Karakter adalah Care and Sharing. (Peduli dan BerBagi)….

Berantakan Rapikan….

Basah Keringkan…….

Miring Luruskan….

Bahaya Amankan…….

Dsb...

Itulah bahasa mudahnya…..

Peduli serta Berbagi….

Dalam kita sholat dan ibadah lain pun terlihat wujud peduli dan berbagi itu…..

maka dari itu dalam sholat berjamaah itu kan ada pelurusan shaf. Itulah salah satu Wujud kepedulian yang diajarkan.

Mari Berkarakter Dengan 3 M......!!!!

mulai dari yg kecil

mulai dri saat ini

mulai dari diri sendiri.....

Bagaimana Pendapat Bapak (Rektor) tentang ICL……??

Luar Biasa……!!!!!

Kalimat Terakhir sebagai pengugah…..

Karakter milik semua orang...!

Pendidikn karakter mengembalikan seseorang untuk kembali ke esensi kemanusiaannya...

Lauching Islamic Character Learning

Sabtu , 17 September 2011

Pkul 08.00-12.00

dilanjutkan dengan Open House UKMI Ar-Rahman

pkul 12.00-17.00

Catatan Intisari Silaturahim dengan Rektor Unimed...

Kitabatu at-Tilmidz

Ishlah al-Medaniy

Sabtu, 20 Agustus 2011

Ebook ICL

ini adalah ebook Islamic CHARACTER Learning yang belum direvisi...






simpan dulu mana tahu flash disk bermasalah atau data hilang kan kacau..... hehehehe...




Download Ebook Islamic Character Learning (Lum direvisi)

Sabtu, 13 Agustus 2011

ICL ......

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh….

Orang-orang yang bersemangat hari ini adalah orang-orang yang beruntung !! (Ketum UKMI, Ikbal Abdillah)

Adek-adek Mahasiswa Baru yang Abang Cintai Karena Allah…..

Selamat Datang di Kampus Hijau…..

Percayalah bahwa adek-adek sekalian merupakan orang-orang yang beruntung bisa masuk ke Universitas Negeri Medan….

Sebagai salah satu ‘keberuntungan terbesar’ yang adek-adek dapat ialah bahwa adek-adek adalah ‘angkatan pertama’ dari sebuah program terbaru dari UKMI Ar-Rahman Unimed yakni program Tutorial Islamic Character Learning (ICL).

Sebagai perkenalan, melalui tulisan ini abang insya Allah akan sedikit memperkenalkan apa sich itu ICL????

Let’s Start….

· ICL itu adalah….

Program tutorial Islamic Character Learning (ICL) merupakan sebuah program bagi mahasiswa muslim unimed untuk menanamkan akhlakul karimah (softskill) sehingga terbentuknya karakter/kepribadian yang hanif (baik/santun) melalui metode pembinaan Intensive Group Learning.

· Apa sich Tujuan dan Manfaat nya???

Tujuan dari program Tutorial ICL adalah:

1. Peserta memiliki pribadi yang hanif dengan akhlakul karimah

2. Peserta memiliki semangat memperbaiki diri dan orang lain

3. Peserta termotivasi mengembangankan potensi dirinya

4. Peserta memiliki simpati terhadap permasalahan ummat

5. Peserta bersemangat melaksanakan ibadah kepda Allah dengan penuh kesadaran dan kecintaan

6. Peserta terbiasa membaca dan mempelajari al qur’an

Manfaat program tutorial ICL adalah

1. Menjadi mitra TIM dosen MKU pendidikan agama islam dan UPBK dalam penanaman karakter dan kepribadian seorang muslim

2. Mewujudkan visi kampus unimed menuju kampus character building

3. Meningkatkan ukhuwah islamiyah diantara mahasiswa muslim

· Visi dan Misi Islamic Character Learning

Visi

“ Terwujudnya mahasiswa muslim yang berkarakter dan kontributif menuju kampus Character Building”

Misi Program Tutorial ICL

1.Membentuk pribadi-pribadi mahasiswa muslim yang hanif dan berkarakter

2.Membantu pengembangan potensi mahasiswa

3.Memotivasi mahasiswa untuk terus melakukan perbaikan diri

4.Berperan aktif dalam membangun jaringan kepada berbagai pihak baik internal maupun eksternal kampus untuk mewujudkan tujuan program ICL.


· Gimana Sich Gambarannya ICL thu…???

Gambaran umum

Program tutorial ICL seperti yang disebutkan diatas merupakan program yang dilaksanakan sebagai upaya pembentukan kepribadian mahasiswa muslim melalui metode intensive group learning.

metode pembinaan program tutorial ICL

program tutorial ICL dalam mencapai tujuannya menggunakan metode pembinaan intensive group learning. Intensive group learning merupakan metode pembinaan berkelompok dengan jumlah peserta per kelompok 10-15 orang. Dan didampingi untuk setiap kelompoknya oleh satu tutor yang bertugas sebagai fasilitator sekaligus motifator dengan berbagai variasi pendekatan pembelajaran…

Dalam pelaksanaan metode Intensive Group Learning seluruh peserta akan di kelompokkan kedalam kelompok-kelompok pembinaan yang beranggotakan 10-15 orang peserta dalam setiap kelompoknya dan di damping oleh seorang tutor untuk setiap kelompok dengan tugas memberikan motivasi dan pengarahan penanaman kepribadian karakter kepada peserta melalui perangkat-perangkat pembinaan yaitu:

1. Kajian regular

Yaitu pertemuan antara peserta binaan dengan tutornya dengan Intensitas pertemnuan setiap pekan sekali sedangkan waktu dan tempat sesuai kesepakatan antara peserta dan tutor. Setiap selesai pertemuan tutor berkewajiban memberikan evaluasi pekananan kepada di visi database LSO Islamic character learning.

2. Kajian Supplement

Yaitu kajian yang diberikan sebagai kajian tambahan untuk mencapai tujuan pembinaan, supplement pilihan yang dapat di berikan berupa:

a. Achivment motivation training

b. Leadership training

c. Outbont training

d. Accelerated learning training

e. Dauroh qur’an

f. Brainstroming

3. Buku kendali kepribadian

yaitu buku pegangan peserta yang terdiri dari buku materi beserta buku evaluasi pengembangan karakter harian.

Nah,,, begitu tuch sedikit gambaran mengenai ICL….

So,, selamat karena anda adalah ‘angkatan pertama’ nya………..

Islahuddin Panggabean

Kord. Div. PKPM ICL

Jumat, 12 Agustus 2011

Pengurus UKMI Univesitas 2011-2012


UNIT KEGIATAN MAHASISWA ISLAM (UKMI) AR-RAHMAN UNIVERSITAS

UNIMED

PERIODE 2011-2012

Pembina :
  • Drs. Ramli Nur MA
  • Swardi Rajagukguk


Ketua Umum : Ikbal Abdillah Hasibuan


Sekretaris Umum : Muhammad Guntar


Bendahara Umum : Ismi Raudha



Departemen Rekruitmen dan Pembinaan Kader (RPK)


Koordinator : Agus Huri

Sekretaris : Nurmalita

Bendahara : Sapnita Idamarna

Staff :

Arif Hifzul

Amin Wahyudi

Feri Andi Syuhada

Cholid Wijaya

Nurhasanah Sidabalok

Dian Septiana


Departemen Syi’ar dan Pelayanan Kampus (SPK)


Koordinator : Ahmad Husni

Sekretaris : Tiasina Harahap

Bendahara : Indah Mahdani

Staff :

Agus Fadly Taqwan

Dedy Mas Ari

Soni Irawan

Fahrizal Rambe

Ari Fitriani

Sri Rukmana


Departemen Hubungan Masyarakat (Humas)


Koordinator : Hendri

Sekretaris : Asmaul Husna

Bendahara : Sulistya Ningsih

Staff :

Boi Rotua Hutagalung

Andi Pranata

Alfandi Dachlan Nst

Emil Hani

Syafina Indriyani


Departemen Akademik dan Profesi (Akpro)


Koordinator : Nico Adrianus Taroreh

Sekretaris : Rida Sari Surbakti

Bendahara : Sitti Kardina

Staff :

Fahruroji

Muhammad Yunus

Alfan Mubarak

Amir Saleh

Fatimah Nuryani Lubis

Khairani


Departemen Ekonomi


Koordinator : Enri Cahyadi

Sekretaris : Nurlina

Bendahara : Nurliana

Staff :

Sahi Annas

Yusdahniar

Laila Sitta

Rizki Romayanti


Departemen Keputrian


Koordinator : Qoriyanti

Sekretaris : Rika Yulia Fitri

Bendahara : Maria Sarah

Staff :

Erma Suryani

Alfi Syahriah

Anita Harahap

Fitri Wahyuningsih


Biro Administrasi dan Kesekretariatan


Agung Ramadhan

Rizki Noveri P.

Lia Isti